Categories
I.M.H.O

Dari Pesugihan, hingga Gereja Setan: Apakah kita sudah melihat dengan lebih jelas sekarang? (Bagian 1)

Mungkin ini akan menjadi tulisan paling luas yang pernah saya buat hingga saat ini. Saat ini kepala saya terasa terlampau banyak poin yang tersimpan. Niatan awal saya, saya ingin membantu neuron-neuron saya memetakan apa yang mereka simpan. Syukur-syukur jika tulisan ini bisa membuka wawasan orang lain, termasuk Anda. Jadi saya harap, semoga tulisan ini menarik, sehingga Anda membacanya sampai habis dan lanjut ke bagian-bagian sambungannya. Aamiin. Karena saking luasnya, saya rasa tulisan ini akan saya pecah menjadi beberapa bagian, dan ini menjadi bagian yang pertama.

Namun sebelum Anda melanjutkan membaca, sepertinya untuk tulisan saya kali ini saya ingin membuat sedikit disclaimer dulu. Karena sebagian tulisan saya kali ini terkesan ada tema-tema mistis yang mungkin sebagian Anda menganggap tidak masuk akal dan tidak saintifik, maka saya tekankan bahwa Anda tidak harus percaya akan hal-hal yang saya ceritakan tersebut, pun juga kita tidak perlu memperdebatkan kebenaran akan adanya hal tersebut. Tujuan utama tulisan ini adalah saya ingin mengajak Anda untuk lebih waspada, meningkatkan kesadaran, minimal jika Anda tahu ada hal-hal “aneh” ini di luar sana, Anda tidak kaget, Anda siap menghadapinya, Anda siap menjaga istri atau suami atau anak-anak Anda, dan yang terpenting, di hari akhir nanti, Anda sudah siap menjawab pertanyaan-pertanyaan Malaikat.

Mari kita awali dengan sebuah cerita remeh yang cukup sering saya dengar ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar, kira-kira sekitar tahun 1990-an, yaitu tentang pesugihan.

Saya masih ingat, kami yang masih kecil waktu itu mendengarkan cerita tentang pesugihan dari salah satu dari kami juga yang masih bocil. Konon katanya, pemilik salah satu pabrik rokok besar ketika itu, bisa sukses karena melakukan pesugihan. Yang membuat cerita ini begitu menarik dan menancap di kepala saya hingga saat ini adalah tentang adanya tumbal yang harus diambil oleh pihak setan, yang berupa satu nyawa karyawan pabrik tersebut yang harus diambil setiap tahun. Konon katanya, si tumbal ini selalu diketemukan tewas secara misterius, dan selalu terjadi setiap tahunnya. Otak saya yang ketika itu masih bocil tentu saja terkesima akan kisah tersebut, tidak peduli cerita itu benar atau mengada-ada.

Ada lagi kisah lain tentang tumbal yang juga saya masih ingat, adalah ketika si pelaku pesugihan menjelang ajalnya, ia tidak akan benar-benar meninggal sepenuhnya. Konon, tubuhnya yang dimandikan memang nampak nyata oleh keluarganya, namun sejatinya, pihak pemberi pesugihan alias si setan mengganti tubuh itu dengan gedebok atau batang pohon pisang. Sedangkan tubuh asli pelaku pesugihan sedang membayar kontrak pesugihan dengan cara mengalami penyiksaan yang dilakukan oleh si setan, hingga waktu asli kematiannya tiba.

Saya cukup heran, mengapa memori ini bisa masih tersimpan di kepala saya. Padahal ini obrolan super receh anak-anak SD lebih dari 30 tahun yang lalu.

Kemudian datanglah masa depan itu. Dimana youtube, instagram, facebook telah menguasai genggaman tangan kita, dan bahkan area kekuasaan mereka telah menyebar hingga otak dan kesadaran kita.

Coba saja sekarang Anda googling, atau cari di youtube, cerita-cerita pesugihan, tumbal, Gunung Kawi, atau kata kunci apapun yang sejenis, yang ternyata bertebaran cerita-cerita sejenis yang mirip dengan cerita masa kecil saya itu. Saya sebut satu saja misalnya di youtube ada Om Hao yang cukup sering membahas tentang hal ini.

Cerita-cerita yang ada polanya mirip, “sang pencari berkah” datang ke suatu tempat, melakukan ritual-ritual khusus, entah sadar atau tidak sadar bersedia memberikan tumbal sekalipun tidak sekarang akan diminta, lalu hasil akhirnya? Mereka kaya.

Tidak masuk akal ya?

Kalau dongeng-dongeng itu Anda dan saya menganggapnya tidak masuk akal, lalu bagaimana dengan cerita-cerita gereja setan yang sudah berrrrrkali-kali diceritakan oleh Rony Imannuel, alias Mongol Stress? Bahkan akhir-akhir ini muncul orang lain yang juga berani menceritakan ke publik apa itu gereja setan. Namanya Riski, silahkan cari saja di youtube. Apa yang mereka ceritakan tidak ada bau-bau mistisnya. Semua sangat masuk di akal dan logis, meskipun menjijikkan.

Saya yakin sebagian dari Anda sudah paham bagaimana konsep di gereja setan, namun sekilas saya akan meng-highlight beberapa hal saja di tulisan ini.

Yang pertama, para anggota gereja setan punya basis solidaritas ekonomi yang tinggi. Mereka saling support masalah ekonomi. Siapa yang kesusahan, yang lain secara nyata membantu. Nyata dalam arti memberi uang, bukan membantu dengan hanya dengan doa. Nah, bukankan ini masuk akal?

Ya, tentu saja masuk akal. Namun di sinilah jebakan pertama mereka. Coba perhatikan baik-baik. Jika Anda menonton salah satu saja cerita Mongol Stress tentang kisah solidaritas keuangan ini, dimana apa yang dilakukan komunitas ini seolah-olah seperti menyindir umat beragama yang justru malah hanya berdoa dan mengharap mukjizat ketika ada teman yang kesulitan keuangan, maka jika yang melihat hal ini adalah mereka yang pernah atau bahkan baru saja merasa kecewa kepada Tuhan, masuklah mereka ke dalam jebakan pertama ini. “Lha kalo gitu, ngapain aku minta tolong Tuhan kalo ternyata aku bisa dibantu temanku?”

Nah, kena kau!

Di sinilah pembelokan pertama gereja setan sering berhasil. Terutama ke mereka yang dalam keadaan terhimpit ekonomi, plus ditambah iman yang lemah. Ditambah dengan pelintiran yang mempertanyakan posisi doa, semakin goyahlah iman itu. Pelintiran ini yang harus kita waspadai. Sedangkan permasalahan bantu-membantu, terutama masalah ekonomi, sebagai manusia, mari kita kembali memakai nurani dan jati diri bangsa ini. Siapapun di dekat kita yang membutuhkan bantuan, tanpa perlu mempertanyakan dalil, atau agamamu apa, ya dibantu lah! Nggak usah pikir panjang lebar. Bantu! Titik!

Saya tidak akan membahas terlalu dalam bagaimana ajakan dan ajaran-ajaran gereja setan yang selanjutnya akan menjelek-jelekkan tokoh ataupun ajaran agama korban, namun saya ingin membahas beberapa kesaksian mengenai aktifitas yang lebih dalam lagi. Pengorbanan.

Kalau mabuk-mabukkan, obat-obatan terlarang, seks bebas, itu sudah banyak diceritakan sebagai aktifitas rutin gereja sesat ini, berbagai saksi juga menyebutkan ada aktifitas pengorbanan. Ada saksi dalam negeri ada yang dari luar juga. Dan yang mengerikan adalah, mereka mengorbankan **** (Maaf saya tidak bisa mengetiknya karena leher dan perut saya terasa mual).

Menurut saksi dalam negeri bernama Risky (silahkan cari saja podcastnya dengan Om Hao), janin umur sekitar 3 bulan hasil dari hubungan ketika ritual, mereka dijadikan ….

Hal ini sama persis dengan sumber dari luar bernama Ronald Bernard, seorang mantan pegawai bank di Belanda, juga memberi kesaksian tentang pengorbanan ini. Kesaksian dari Ronald Bernard ini viral setelah viralnya kasus Epstein Files. Keduanya seperti saling membuktikan jika hal-hal aneh ini benar dan nyata. Belum lagi cerita dari sebuah video lama di acara talkshow Oprah Winfrey, bagaimana seorang wanita Yahudi menceritakan ritual pengorbanan ini dilakukan di lingkungan keluarganya.

… Silahkan Anda menarik napas panjang, karena ini sedang saya lakukan sekarang…

Dasar keilmuan saya adalah sains, cara berpikir saya juga cara-cara sains. Latar belakang, rumusan masalah, dasar teori, hipotesa, analisis, dan ditutup kesimpulan. Saya berusaha memahami Islam dan memupuk iman saya juga dengan cara ini. Saya bersyukur Allah SWT menjaga saya sehingga kepala dan hati saya cukup berhasil menjaga iman ini.

Ketika booming cerita Epstein files, saya sangat terperangah. Perut saya mual, leher terasa tercekik, saya tidak menyangka hal-hal menjijikkan dan tidak masuk akal dilakukan oleh mereka-mereka di atas sana.

Cerita-cerita tumbal, pengorbanan, aktifitas-aktifitas sesat, peperangan, mereka lakukan bukan tanpa alasan. Mereka menganggap dunia ini surga mereka. Mereka ingin menguasai surga ini. Mereka ingin menjadi yang paling kaya di surga ini. Maka mereka berafiliasi dengan iblis. Iblis bilang “ya monggo. Tapi ada syaratnya!” Disitulah ada pesta, narkoba, mabuk-mabukkan, seks bebas, hal-hal menyenangkan bagi mereka dan disukai iblis. Tapi syarat yang paling berpengaruh adalah, tumbal alias pengorbanan.

Kembali saya ingatkan, sesuai dengan disclaimer yang saya buat di atas, saya tidak akan mengajak Anda percaya jika hal-hal yang saya ceritakan ini nyata. Sekali lagi, saya hanya ingin mengajak Anda untuk waspada. Dunia ini tidak sesuci yang Anda bayangkan.

Sebelum saya menutup dengan kesimpulan dari bab awal tulisan ini, saya ingin Anda mencari cerita dari orang yang sekilas saya sebut di atas, Ronald Bernard.

Di salah satu video wawancaranya, ia bersaksi pernah datang ke gereja setan, melihat berbagai aktifitas menarik di sana, hingga ke satu ritual yang ternyata ia tidak mampu mengikutinya. Bukan ritual itu yang ingin saya bahas, tapi hasil dari ritual itu, hasil dari afiliasi manusia dengan iblis, salah satunya adalah lahirnya Bank of Settlement (BoS).

BoS, mencetak laba dengan membuat sistem biaya untuk setiap pemindahan sejumlah uang antar bank. Bank ini mencetak laba tanpa usaha apa-apa, hanya bermodalkan sistem yang mereka buat. Semua berjalan otomatis. Tanpa bisa disentuh pemerintah negara manapun, tanpa bisa diaudit oleh siapapun, dan tanpa bisa dirubah oleh siapapun, kecuali kiamat sepertinya.

Jadi, apa kesimpulannya?

Jadi begini teman-teman. Bagi saya pribadi ini adalah momen untuk membuka mata lebar-lebar. Menghilangkan kenaifan. Lalu berpikir lebih dalam lagi. Mencerna lebih lama lagi.

Saya ingin menuangkan isi pikiran saya. Dan sekali lagi, saya tidak mengajak Anda untuk percaya, saya hanya mengajak Anda untuk kembali berpikir dan merenung.

Jujur saja, alhamdulillaah, iman saya semakin kuat. Berbagai bukti justru memperjelas tentang adanya hal-hal ghaib seperti iblis, aliran sesat, tipu daya iblis, dan lain sebagainya. Justru ini membuktikan bahwa logika kita tidak mungkin salah jika kita yakin akan kekuatan nyata dari Allah Yang Maha Besar. Kalimat ini mungkin terdengar aneh, karena mencampur-adukkan pikiran dengan keimanan di dalam hati. Tapi sekali lagi, inilah yang sedang ada di dalam otak dan hati saya.

Di luar sana, ada, sekali lagi, ada, orang-orang yang secara nyata (menurut saya) berafiliasi dengan setan untuk meraih kekuasaan, meraih kekayaan, meraih ketenaran, dan lain sebagainya. Bahkan menurut saya, pesugihan yang ada di negeri ini, menjadi contoh bentuk afiliasi kecil antara manusia dengan setan untuk menghasilkan kekayaan kecil saja. Karena pada dasarnya, saya yakin ada pihak-pihak tertentu, berafiliasi langsung dengan iblis, untuk menghasilkan sistem berkekuatan besar yang hampir tidak dapat disentuh oleh siapapun. Kekuatan ini punya prinsip sifat yang sederhana, tapi mengikat ke siapapun. Mereka seperti selalu punya cara untuk tetap menguasai kekuasaan itu. Mereka punya rencana untuk melanggengkan kekuasaan itu. Dan rencana-rencana itu tidak pandang bulu, bersifat tega kepada siapapun (inilah dasar kenapa mereka harus melakukan ritual pengorbanan b**i — supaya mereka tega), tidak takut aturan Tuhan, dan selalu seolah-olah nampak seperti ratusan langkah lebih dulu dibandingkan apa yang kita tahu saat ini.

Maka, tidak ada cara lain bagi saya pribadi, untuk terus berpikir kritis. Ditambah dengan terus mempelajari agama saya. Terus mengimani dan mempelajari Kalam Allah. Terus mengasah iman saya. Mengimani datangnya Imam akhir al-Mahdi. Sembari terus berdoa akan keselamatan dan ketetapan iman atas istri, anak, orang tua kami, adik-adik kami, dan saudara-saudara kami. Aamiin.

(Bersambung ke bagian 2 yang masih proses penulisan. Ditunggu ya…)

Tinggalkan Jejak Anda di Sini