D13DF56B-FE3D-4F86-8157-A698179654D6

Beberapa waktu yang lalu saya dan istri berwisata ke Jawa Tengah, khususnya ke Kota Semarang. Namun kami memang sengaja untuk tidak langsung ke Semarang. Kami sempat mampir ke Kota Kudus dan Demak, dua kota yang masuk jalur pantura jika dari arah Surabaya menuju Semarang.

Satu tujuan wisata ke Kota Kudus yang kami kunjungi adalah Masjid Menara Kudus. Sebuah masjid bersejarah peninggalan dari Sunan Kudus, salah seorang anggota Wali Songo. Alasan utama kami ingin mengunjungi masjid ini tentu saja adalah bangunan bersejarahnya yang sangat artistik.

D13DF56B-FE3D-4F86-8157-A698179654D6

Masjid yang dibangun di tahun 1549 M ini memiliki sebuah menara ikonik yang berbentuk ala candi Hindu-Jawa jaman Kerajaan Majapahit. Namun jika kita amati lebih mendetail, menara ini menggabungkan tiga kultur penting yakni Hindu-Jawa, Cina, dan Islam.

Budaya Hindu-Jawa tentu sangat kentara dengan bentuk menara yang menjulang ke atas, dengan bahan bangunan khas bata merah. Budaya Cina nampak ikut menghiasi menara ini dengan ditandai adanya 32 piring hias yang menempel di dinding menara. Sedangkan budaya Islam, tentu saja nampak dari lafadz Allah yang ada di puncak menara.

Nah, satu kendala untuk berkunjung ke masjid yang beralamatkan di Jl. Menara, Kudus ini adalah ketika saya survey untuk mencari lokasi parkir roda empat. Beberapa kali saya menggunakan fasilitas Google Street View namun belum juga menemukan solusi. Justru yang ada di data Google adalah lokasi parkir untuk bus dan sepeda motor.

Beruntung saya punya seorang teman asli Kota Kudus. Setelah saya hubungi dia, ternyata lokasi parkir roda empat untuk pengunjung Masjid menara tidaklah sulit. Kita bisa parkir di sepanjang Jalan Sunan Kudus, namun yang sisi sebelah barat saja. Tepatnya sejak perempatan Jl. HM Subchan ZE – Jl. Sunan Kudus, hingga ke timur sampai batas gang Jl. Menara. Dari gang Jl. Menara ke timur, tidak diperbolehkan untuk parkir karena ada tanda dilarang parkir.

Untuk lebih jelasnya silahkan lihat di gambar di bawah ini.

2205CA79-10D4-4A89-A966-24324477BB45

Untuk memudahkan, saya sarankan Anda untuk memasukkan kata kunci Omah Batik Sabrina di mesin pencari GPS Anda. Lokasi toko ini tepat di Jl. Sunan Kudus dan dekat dengan gang masuk Jl. Menara.

img_0180

Dewa19, atau Dewa, bukanlah sebuah band! Mereka adalah legenda! Terlepas dari sifat si ‘pentol’-an Ahmad Dhani yang selalu kontroversial sejak jaman orok, lagu-lagu band ini memang diberi nyawa olehnya. Kesemua lagu Dewa bukan hanya enak, tapi seperti mampu membawa otak dan hati kita ke alam Dewa. Saya harus akui Ahmad Dhani memang jenius dalam hal bermusik, entah itu punya vokalis bergaya Ari Lasso atau Once Mekel, atau punya drummer sekelas Wong Aksan maupun Tyo Nugros, semua lini itu seakan diakomodir oleh Dhani. Semua ciri khas mereka diramu oleh Dhani. Masing-masing fase Dewa seakan memiliki ciri khas yang tidak tergantikan.

Perhatikan saja fase Dewa19 saat diperkuat drummer jadulnya Wawan, bergaya sedikit Rock dan Slow Rock, super sedap! Lalu hadir Wong Aksan dengan sentuhan gebukan Jazz-nya. Setelah itu datang fase Tyo Nugros, cenderung agak nge-Pop, tapi justru super sangat enak! Belum lagi membandingkan antara fase Ari Lasso dengan Once Mekel. Keduanya sama-sama super kuat! Karakteristik masing-masing sangat kuat. Tapi jujur saja, saya super salut dengan lagu-lagu ciptaan Dhani yang mampu benar-benar mengeksplor kekuatan vokal Once. Sebut saja lengkingan Once di lagu Arjuna dan Sayap-sayap Patah yang super sedap!

Sudahlah! Ini sekedar catatan kecil saya saja tentang Dewa. Sekalipun Dewa atau Dewa19 sudah pernah dinyatakan bubar untuk selama-lamanya, tapi doa saya cuman satu: semoga Dewa (khususnya Ahmad Dhani) kembali fokus dalam bermusik ala Dewa, dan menghasilkan lagu-lagu legendaris lagi hingga akhir hayat mereka. Aamiin…

Last but not least! Semalam saya nonton konser Dewa 19 di Graha Cakrawala Malang. Ari Lasso dan Once Mekel hadir untuk memperkuat mereka kembali. Sesuatu yang amat jarang pun terjadi: mereka berduet! Beruntung saya dan istri nonton. Setelah melewati sekelumit perjuangan karena aki BMW yang mulai soak-lah, kunci si Nouva yang kejebak di dalam mobil yang sudah terkunci-lah, tapi keren. Sekali lagi KEREN! Beruntung Allah SWT kasih kami kesempatan untuk menonton mereka, sekalipun dari jauh. Dari area tribun tertinggi di Graha Cakrawala. Heheee,, agak ngirit boss…

And here they are!

Satu Hati Feat. Ari Lasso

 

Cinta ‘Kan Membawamu Kembali Feat. Ari Lasso

 

Dua Sejoli Feat. Once Mekel

 

Sayap-Sayap Patah Feat. Once Mekel

 

Lagu Cinta Feat. Once Mekel

 

Pupus Feat. Once Mekel