Menukar Telkomsel Poin dengan Voucher Gramedia? Sangat worth it!

Tukar Telkomsel Poin dengan Voucher Gramedia

Telkomsel Poin Anda menumpuk di akhir tahun?

Sama…

Hahahahaa…

Dari tahun ke tahun selalu terjadi penumpukan akut t-poin. Dan dari tahun ke tahun pula saya selalu salah memanfaatkannya: ikut undian t-sel poin. Yang tentu saja, berakhir dengan ga dapat apa-apa. Wakakaka… Apa Anda juga mengalami hal yang sama?

Beruntung tahun ini tidak ada gembar-gembor lagi yang namanya undian t-poin. Jadinya saya kudu cari alternatif lain make poin-poin ini. Lha gimana lagi, poin t-sel saya bisa dibilang, banyak. Ada dua kartu halo yang saya piara. Dua-duanya kedaftar pakai paket halo kick yang 150rb. Otomatis tagihan per bulan pasti di atas 165rb (setelah ditambah pajak). Bahkan kadang tagihan salah satunya bisa ampe 200rb pas bulan-bulan sibuk. Ostosmastis, per bulan minimal dapat 100 t-sel poin. Jadi total, setelah ditambah dengan poin pembayaran bulan ini, hingga Desember 2017 ini, si halo 1 dapat poin 1503, dan si halo 2 poinnya 1839. Jadi total 3342 poin. Istimewahh



Berburu voucher pun seketika terhenti di pilihan voucher gramedia. Naaaah,, ini nih sasaran saya! Tukar 350 poin, dapat voucher senilai 50.000 rupiah. Lumayan ini kalo bisa belanja pake voucher doang. Total kan jadi punya voucher 450rb rupiah.

Tapi sempet ragu sih, apa bisa vouchernya digabung-gabung gitu. Sempet browsing sana-sini dan nemu blog lain juga yang cerita kalo semua itu bisa! Banyak voucher bisa dipake di satu kali pembelian. Bahkan ada yang bilang voucher yang ditukarkan dari beda pemilik t-sel poin bisa dipake jadi satu juga. Wah,, wenak tenan ini.

Daripada berlama-lama, langsung nekat saya ngajak istri berangkat ke Surabaya. Langsung meluncur ke Tunjungan Plaza. Putar-putar bentar, tengok sana-sini. Sempet anter istri belanja dikit di Matahari. Dan akhirnya sampai juga di Gramedia TP 1 lantai 4.

Sesampai di sana langsung tanya si mas-mas gimana ini vouchernya. Dan ternyata bener! Beberapa voucher senilai masing-masing 50.000 rupiah hasil penukaran t-sel poin, bisa digabungkan jadi sekali pembelian. Mantab to! Langsung deh saya berburu buku. Tengok sana-sini awalnya saya pengen beli ‘Disruption’-nya Om Rhenald Khasali. Trus ada lagi satu buku baru karya beliau lanjutan Disruption, judulnya ‘Tomorrow is Today’. Tapi kok ya mood saya lagi pengen baca novel. Lagi ga pengen baca yang terlalu berat.

Sebetulnya inti dari apa yang sering disampaikan Om Rhenald di buku beliau ini sudah mulai dibahas di buku sebelumnya yang saya baca: ‘Cracking Zone’. Bahwa dunia ini semakin super dinamis. AMAT SANGAT DINAMIS! Bahkan jika kita yang awam saja, yang mungkin tidak terlalu jatuh terjun ke dunia bisnis, jika hanya diam dan tidak mengambil antisipasi, bisa dipastikan tenggelam. Kenapa bisa demikian? Lha wong, mereka-mereka yang kita kenal dengan generasi milenial, yang lahir di era 2000-an ke atas, sudah punya dunia yang berbeda. Pemikiran yang berbeda. Prinsip hidup beda. Bahkan mereka lebih memprioritaskan piknik daripada beli rumah. Ini fakta lho! Coba aja googling masalah ini. Pemerintah sudah menyadari kok masalah ini.

Nah, itulah kenapa kita ga bisa diem aja. Kudu siap sama dunia yang switching-nya super dinamis cepat ini. Itu yang saya pahami. Dan pemahaman inilah yang membuat saya belok dari buku-buku Om Rhenald, ke novel-novel saja lah. Yang enteng-enteng dulu saja. Hahahahaa,,,

Akhirnya saya pilih novelnya Pakde Dan Brown. ‘Deception Point’. Sama satu novel dia yang sebenarnya sudah saya baca, dari minjem, yang akhirnya kebeli juga, ‘The Da Vinci Code’. Novel ini cocok buat mereka yang belum pernah baca karya Dan Brown, tapi pengen memulainya. Saya sarankan baca dulu Da Vinci Code. Jangan langsung ke ‘The Lost Symbols‘. Bisa-bisa ga nututi ntar ama cerdasnya seni bercerita ala Dan Brown yang penuh fakta teori konspirasi. Ato jangan juga memulai dengan ‘Inferno’, karena Anda akan dibuat jengkel oleh akhir kasus Robert Langdon di episode ini: sangat tragis…

Satu novel lain yang saya pilih adalah ‘Anak Rantau’ karya Mas Ahmad Fuadi. Penasaran dengan gimana cerita lain dari dia. Satu lagi buku yang ternyata, agak serius, ‘Atlas Wali Songo’. Baca judul buku ini aja saya jadi pengen mendalami gimana sih sebenernya para pejuang Islam pertama di Indonesia ini. Terakhir baca-baca sih, mereka adalah utusan dari kekhalifahan Turki Utsmani pada jaman itu. Yaaa,, mari kita buktikan. Nanti saya sempatkan buat resensinya tipis-tipis.

Oke dah,, dapat total empat buku. Setelah saya hitung kasar kira-kira dah lebih lah kalo 450.000. Lumayan juga. Hampir setengah juta. Hahahaa,, luebay

Tukar Telkomsel Poin dengan Voucher Gramedia

Lanjut saya ke costumer service Gramedia dulu. Bilang kalo mo tuker telkomsel poin dengan voucher. Tapi sebelumnya sih saya sudah reedem semua vouchernya. Jadi nanti di CS ini, si mas-nya, akan mengaktifkan voucher kita, dan mengisi semacam kertas voucher dadakan yang di dalamnya ada kode voucher, nomor hp, nama kita, dan nominal nilai vouchernya. Tapi sorry juga ya, ga sempat saya foto kertas vouchernya.



Setelah semua voucher kita pegang, saya sudah pegang 9 voucher, lanjut saja ke kasir buat bayar apa yang kita beli. Di kasir langsung saja voucher kita kasih ke mbak kasirnya. Nanti di akhir proses pembayaran, semua voucher akan diinputkan ke komputer kasir. Dan inilah proses yang agak lama, dan bikin antrian di belakang saya jadi agak panjang. Karena mbak kasirnya ternyata harus input manual dengan mengetik satu-satu kode voucher yang ada ke komputer kasir, sehingga total pembayaran terkurangi 50.000 setiap kode voucher masuk, sampai semua kode voucher terinput. Saya ampe minta maaf ke si mbak kasir karena harus input manual sembilan kode voucher. Ya, namanya pelayanan ya, si mbak sih sambil senyum-senyum manis bilang gapapa. Hehehehee..

Tapi semua proses antri dan tetek bengek itu sepadan kok, sangat sepadan, bahkan lebih dari sepadan. Lha gimana nggak? Wong belanja total 492.000 rupiah, cuman harus bayar 42.000 doang. Hahahahaa,, penak tenan!

Tukar Telkomsel Poin dengan Voucher Gramedia